Jumat, 05 Oktober 2012

Dampak Globalisasi


DAMPAK GLOBALISASI DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA
Disusun oleh :
Aditiya Tri Anggoro (11308144024)
Biologi Swadana
087736964251

ABSTRAK
Globalisasi merupakan suatu gejala wajar yang pasti akan dialami oleh setiap bangsa di dunia, baik pada masyarakat yang maju, masyarakat berkembang, masyarakat transisi, maupun masyarakat yang masih rendah taraf hidupnya.
Dalam era global, suatu masyarakat negara tidak mungkin dapat mengisolasi diri terhadap proses globalisasi. Jika suatu masyarakat/negara mengisolasi diri dari globalisasi, mereka dapat dipastikan akan terlindas oleh jaman serta terpuruk pada era keterbelakangan.
Dampak positif dan negatif pada pengaruh globalisasi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara pun ada. Salah satunya era globalisasi pada sistem politik. Bangsa Indonesia telah menerapkan kehidupan berdemokrasi yang telah membawa perubahan-perubahan yang besar, diantaranya pelaksanaan pemilu legislatif dengan sistem multipartai dan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung.Sedang dampak negatifnya ialah pada kebanyakan negara berkembang akan memunculkan sikap dan tindakan anarkis yang dapat memakan banyak korban diantara sesama. Wawasan kebangsaan semakin terpuruk sehingga dapat menimbulkan disintegrasi bangsa.


Kata kunci : budaya, global, dampak

ABSTRACT
Globalization is certainly a symptom reasonably be experienced by every nation in the world, both in developed societies, societies, community transition, and the people who still low standard of living.
In the global era, a state society may not be able to insulate themselves against the globalization process. If a community or country isolating itself from globalization, they can definitely be run over by age and slumped in the era of backwardness.
Positive and negative impacts on the influence of globalization on the life of the nation exists. One was the era of globalization on the political system. Indonesia has implemented the nation's democratic life that has brought major changes, including the implementation of the system of multiparty legislative elections and the presidential and vice presidential langsung.Sedang negative impact is in most developing countries will bring up the attitude and actions of anarchists who can take a lot of casualties amongst others. The concept of nationalism getting worse so that it can cause disintegration of the nation.


Keyword : Culture, global, impact


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Istilah globalisasi berasal dari kata globe (peta dunia yang berbentuk bola). Dari kata globe selanjutnya muncul kata global yang artinya meliputi seluruh dunia. Dari kata global lahirlah istilah globalisasi, yang maknanya sebuaj proses mendunia. Globalisasi adalah suatu proses dibentuknya suatu tatanan, aturan dan sistem yang berlaku  bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Globalisasi tidak mengenal aturan lokal, regional, ide, pikiran atau gagasan yang dianggap sudah merupakan kemauan masyarakat dunia yang harus dihilangkan. Globalisasi berlaku di semua bidang kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya.(Sunarso.2008:221)
Globalisasi digambarkan sebagai semua proses yang merujuk kepada penyatuan seluruh warga dunia menjadi sebuah kelompok masyarakat global. Dengan didukung teknologi komunikasi yang begitu canggih, dampak globalisasi tentu akan sangat kompleks. Manusia akan begitu mudah berhubungan dengan manusia lain di manapun di dunia ini. Akibatnya akan menguabah pola pikir, sikap dan tingkah laku manusia. Hal seperti ini kemungkinan dapat mengakibatkan perubahan aspek kehidupan yang lain seperti hubungan kekeluargaan, kemasyarakatan, kebangsaan, atau secara umum akan berpengaruh pada sistem budaya bangsa.
Era globalisasi dewasa ini sudah menjadi kenyataan yang harus dihadapi oleh setiap bangsa dan negara, tidak terkecuali Indonesia. Proses interaksi dan saling pengaruh mempengaruhi, bahkan pergesekan kepentingan antar-bangsa terjadi dengan cepat dan mencakup masalah yang semakin kompleks. Batasbatas teritorial negara tidak lagi menjadi pembatas bagi kepentingan masingmasing bangsa dan negara.
Pada makalah ini saya akan membahas tentang dampak globalisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
 
BAB II
PEMBAHASAN
1.      Pengertian
Globalisasi adalah suatu proses dibentuknya suatu tatanan, aturan dan sistem yang berlaku  bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Era globalisasi bukan hanya tantangan, tetapi juga sekaligus memiliki peluang. Globalisasi memiliki implikasi yang luas terhadap penghidupan dan kehidupan berbangsa dan bernegara.(Sunarso.2008:221)
Di sisilain, ada yang melihatglobalisasisebagaisebuahproyek yang diusungolehnegara-negaraadikuasa, sehinggabisasaja orang memilikipandangannegatifataucurigaterhadapnya. Dari sudutpandangini, globalisasitidak lain adalahkapitalismedalambentuknya yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuatdan kaya praktisakanmengendalikanekonomiduniadannegara-negarakecilmakintidakberdayakarenatidakmampubersaing. Sebab, globalisasicenderungberpengaruhbesarterhadapperekonomiandunia, bahkanberpengaruhterhadapbidang-bidang lain sepertibudayadanagama.
Menurut John Huckle, globalisasi adalah suatu proses dengan mana kejadian, keputusan, dan kegiatan di salah satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi yang signifikan bagi individu.
Menurut Prijono Tjjiptoherijanto, konsep globalisasi pada dasarnya mengacu pada pengertian ketiadaan batas antar negara (stateless). Konsep ini merujuk pada pengertian bahwa suatu negara (state) tidak dapat membendung sesuatu yang terjadi di negara lain. Pengertian sesuatu tersebut dikaitkan dengan banyak hal seperti pola perilaku, tatanan kehidupan, dan sistem perdagangan.
Dari beberapa definisi tersebut dapat dikatakan bahwa globalisasi merupakan suatu proses pengintegrasian manusia dengan segala macam aspek-aspeknya ke dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh dan yang lebih besar.

2.      Proses globalisasi
Globalisasi sebagai suatu proses bukanlah suatu fenomena baru karena proses globalisasi sebenarnya telah ada sejak berabad-abad lamanya.Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 arus globalisasi semakin berkembang pesat di berbagai negara ketika mulai ditemukan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi.Loncatan teknologi yang semakin canggih pada pertengahan abad ke-20 yaitu internet dan sekarang ini telah menjamur telepon genggam (handphone) dengan segala fasilitasnya.
Perkembangan yang paling menonjol dalam era globalisasi adalah globalisasi informasi, demikian juga dalam bidang sosial seperti gaya hidup.
Serta hal ini dapat dipicu dari adanya penunjang arus informasi global melalui siaran televisi baik langsung maupun tidak langsung, dapat menimbulkan rasa simpati masyarakat namun bisa juga menimbulkan kesenjangan sosial.
Terjadinya perubahan nilai-nilai sosial pada masyarakat, sehingga memunculkan kelompok spesialis diluar negeri dari pada dinegaranya sendiri, seperti meniru gaya punk, cara bergaul.
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.
a.  Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
b.  Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
c.  Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
d.  Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.
Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.Bagi Indonesia, proses globalisasi telah begitu terasa sekali sejak awal dilaksanakan pembangunan. Dengan kembalinya tenaga ahli Indonesia yang menjalankan studi di luar negeri dan datangnya tenaga ahli (konsultan) dari negara asing, proses globalisasi yang berupa pemikiran atau sistem nilai kehidupan mulai diadopsi dan dilaksanakan sesuai dengan kondisi di Indonesia.
Globalisasi secara fisik ditandai dengan perkembangan kota-kota yang menjadi bagian dari jaringan kota dunia. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur telekomunikasi, jaringan transportasi, perusahaan-perusahaan berskala internasional serta cabang-cabangnya.
3.      Tanda-tanda globalisasi
Kehidupan suatu Negara yang telah memasuki globalisasi, memiliki pertanda khusus. Secara umum Budiyanto menyebutkan bahwa tanda-tanda globalisasi adalah sebagai berikut:
a. Meningkatnya perjalanan dan turisme lintas Negara.
b. Meningkatnya imigrasi, termasuk imigrasi illegal.
c. Berkembangnya infrastruktur telekomunikasi global.
d. Berkembangnya sistem keuangan global.
e. Meningkatnya aktivitas perekonomian yang dikuasai oleh perusahaan-perusahaan mutinasional.
f. Meningkatnya organisasi-organisasi internasional, seperti : WTO, IMF yang berurusan dengan transaksi-transaksininternasional.
g. Perdagangan global semakin meningkat.
h. Aliran modal internasional, diantaranya investasi luar negeri telah masuk dan mempengauhi perekonomian Negara tersebut.
i. Meningkatkan aliran data lintas batas, seperti penggunaan internet, satelit, komunikasindan telepon.
j. Adanya desakan berbagai pihak unuk mengadili para penjahat perang di Mahkamah Internasional ( International Criminal Court ) dan adanya gerakan untuk menyerukan gerakan international.
k. Meningkatnya pertukaran budaya internasional.(Budiyanto.1991:97)


4.      Dampak globalisasi bagi masyarakat, bangsa dan negara
Bangsa Indonesia merupakan bagian dari bangsa di dunia. Sebagai bangsa, kita tidak hidup sendiri melainkan hidup dalam satu kesatuan masyarakat dunia (world society). Kita semua merupakan makhluk yang ada di bumi. Karena itu, manusia secara alam, sosial, ekonomi, politik, keamanan, dan budaya tidak dapat saling terpisah melainkan saling ketergantungan dan mempengaruhi.
Era globalisasi yang merupakan era tatanan kehidupan manusia secara global telah melibatkan seluruh umat manusia. Secara khusus gelombang globalisasi itu memasuki tiga arena penting di dalam kehidupan manusia, yaitu arena ekonomi, arena politik, dan arena budaya.Jika masyarakat atau bangsa tersebut tidak siap menghadapi tantangan-tantangan global yang bersifat multidimensi dan tidak dapat memanfaatkan peluang, maka akan menjadi korban yang tenggelam di tengah-tengah arus globalisasi.
Dari sisi politik, gelombang globalisasi yang sangat kuat yakni gelombang demokratisasi. Sesudah perang dingin dan rontoknya komunisme, umat manusia menyadari bahwa hanya prinsip-prinsip demokrasi yang dapat membawa manusia kepada taraf kehidupan yang lebih baik. Angin demokratisasi telah merasuk ke dalam hati rakyat di setiap negara. Mereka melakukan gerakan sosial dengan menggugat dan melawan sistem pemerintahan diktator atau pemerintahan apapun yang tidak memihak rakyat.
Dari sisi politik, gelombang globalisasi yang sangat kuat yakni gelombang demokratisasi. Sesudah perang dingin dan rontoknya komunisme, umat manusia menyadari bahwa hanya prinsip-prinsip demokrasi yang dapat membawa manusia kepada taraf kehidupan yang lebih baik. Angin demokratisasi telah merasuk ke dalam hati rakyat di setiap negara. Mereka melakukan gerakan sosial dengan menggugat dan melawan sistem pemerintahan diktator atau pemerintahan apapun yang tidak memihak rakyat.
Kasus serupa juga terjadi di Indonesia, yaitu dengan runtuhnya rezim pemerintahan Orde Lama dan runtuhnya rezim pemerintahan Orde Baru. Di Indonesia sejak bergulirnya reformasi, gelombang demokratisasi semakin marak.
Dari sisi budaya, era globalisasi ini membawa beraneka ragam budaya yang sangat dimungkinkan mempengaruhi pola pikir, tingkah laku, dan sistem nilai masyarakat suatu negara. Oleh karena itu, kita seharusnya waspada dan pandai menyiasati pengaruh budaya silang sehingga bangsa kita dapat mengambil nilai budaya yang positif yaitu mengambil nilai budaya yang bermanfaat bagi kehidupan dan pembangunan bangsa serta tidak terjebak pada pengaruh-pengaruh budaya yang negatif.
Kita juga harus belajar melihat dunia dari perspektif yang berbeda sesuai dengan kepentingan dan tujuan masing-masing tanpa melunturkan nilai identitas budaya bangsa kita. Dengan memahami perbedaan dan persamaan kebudayaan tadi akan menumbuhkan saling pengertian dan saling menghargai antar kebudayaan yang ada.

5.      Dampak positif dan negatif globalisasi bagi bangsa Indonesia
Globalisasi dapat dilihat dari dua sisi, pertama sebagai ancaman dan yang kedua sebagai peluang. Sebagai ancaman, globalisasi lebih banyak berdampak negatif seperti merebaknya konsumerisme, materialisme, hedonisme, pergaulan bebas, budaya kekerasan, pornografi, dan lain-lain.
Di sisi lain globalisasi memberi pengaruh positif, hal positif itu misalnya budaya disiplin, kebersihan, tanggung jawab, kompetisi, demokratis, dan sebagainya.

a.       Dampak positif globalisasi dalam bidang sosial budaya
Dampak positif globalisasi dalam bidang sosial budaya antara lain kita dapat mengambil pola pikir yang baik dari ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa lain yang telah maju untuk kemajuan dan kesejahteraan kita. Nilai-nilai yang baik tersebut misalnya, etos kerja yang tinggi, memiliki jiwa kemandirian yang kuat, suka membaca, meneliti dan menulis. Selain itujuga dapat meningkatnya
individualisme, perubahan pada pola kerja, terjadinya pergeseran nilai kehidupan dalam masyarakat. Namun di sisi lain globalisasi juga dapat mempercepat perubahan pola kehidupan bangsa. Misalnya melahirkan pranata-pranata atau lembaga-lembaga sosial baru seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi profesi dan pasar modal. Perkembangan pakaian, seni dan ilmu pengetahuan turut meramaikan kehidupan bermasyarakat.
b.    Dampak positif globalisasi dalam bidang ekonomi
Globalisasi ekonomi memungkinkan terjadinya sinergi positif antara beberapa kelompok ekonomi dalam negeri dengan kelompok ekonomi luar negeri. Sinergi ekonomi positif yang berciri multilateral ini perlu diarahkan untuk tidak mematikan kelompok-kelompok ekonomi yang sejenis di negara-negara yang beraliansi ekonomi secara multilateral tersebut.
Dampak positif globalisasi ekonomi ditilik dari aspek kreatifitas dan daya saing dengan semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor maka diharapkan tumbuhnya kreatifitas dan peningkatan kualitas produksi yang disebabkan dorongan untuk tetap eksis ditengah persaingan global, secara natural ini akan terjadi manakala kesadaran akan keharusan berinivasi muncul dan pada giliranya akan menghasilkan produk-produk dalam negeri yang handal dan berkualitas.

c.            Dampak positif globalisasi dalam bidang politik
Pemerintah dijalankan secara transparan, demokratis dan bertanggung jawab. Pemerintah yang dijalankan secara transparan akan mencegah terjadinya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, sehingga tercipta pemerintah yang bersih. Semakin berkembangnya demokratis akan membuat partisipasi rakyat dalam politik semakin meningkat. Legitimasi pemerintahan yang sedang berkuasa akan semakin meningkat, sehingga kebijakan yang diambil akan mendapat dukungan dari rakyat. Demokrasi akan memungkinkan rakyat untuk bisa melakukan kontrol pada pemerintah, sehingga penyalahgunaan kekuasaan bisa diperkecil.Akhirnya pemerintahan yang bersih dan baik dapat diwujudkan.
d.      Dampak negatif globalisasi dalam bidang sosial budaya
Dalam aspek ini adanya globalisasi dapat melahirkan dampak negatif bagi perilaku masyarakat sebagai berikut.
-          Semakin ketatnya persaingan antar individu, yang nantinya dapat mengarahkan perilaku manusia menjadu individualis.
-          Munculnya sikap hedonisme, yaitu kenikmatan pribadi dianggap sebagai suatu nilai hidup tertinggi. Hal ini akan membuat manusia suka memaksakan diri untuk mencapai kepuasan dan kenikmatan pribadinya. Hedonisme dapat berkembang pula menjadi sikap materialisme dan konsumerisme.
-          Adanya sikap individualisme menimbulkan pula ketidakpedulian antarperilaku sesama manusia dan akan menghilangkan jiwa kekeluargaan.
-          Dapat mengakibatkan kesenjangan sosial yang semakin tajam antara yang kaya dan yang miskin.
e.       Dampak globalisasi dalam bidang hankam
Globalisasi yang didasari oleh menguatnya kapitalisme, jelas memberikan dampak juga terhadap pertahanan dan keamanan. Menyebarnya perdagangan dan industri di seluruh dunia akan meningkatkan kemungkinan terjadi konflik kepentingan yang dapat mengganggu keamanan bangsa
Dengan adanya globalisasi, mampu membuka cakrawala berpikir masyarakat secara global. Apa yang terjadi di luar negeri dan dianggap baik bisa memberi aspirasi kepada sebagian masyarakat kita untuk menerapkannya di negara kita.
f. Pentingnya Globalisasi Bagi Bangsa Indonesia
Sebagai anggota masyarakat dunia, Indonesia pasti tidak dapat mengisolasi diri dari pergaulan internasional, dan tidak akan mengisolasi diri dari pergaulan internasional. Andai kata isolasi diri itu terjadi, sudah dapat dipastikan Indonesia tidak akan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Ini artinya apa? Artinya tidak lain adalah bahwa di dalam hubungan internasional terjadi apa yang dinamakan saling ketergantungan antara negara satu dengan negara lainnya. Globalisasi memang sering digambarkan sebagai sebuah gejala ekonomi, terutama yang ditandai dengan munculnya banyak perusahaan multinasional, yang beroperasi melintasi batas-batas wilayah negara, dan ini mempengaruhi proses produksi dan penyebaran tenaga kerja internasional. Namun sesungguhnya gambaran ini tidak sepenuhnya benar, sebab selain faktor ekonomi, juga faktor politik, sosial dan budaya. Semua unsur itu digerakkan oleh perkembangan informasi dan teknologi komunikasi yang telah mampu meningkatkan kecepatan dan lingkup hubungan antar manusia di seantero penjuru dunia. Contoh yang masih sangat aktual adalah, apa yang beberapa waktu yang lalu terjadi di Yogyakarta, tepatnya peristiwa tanggal 27 Mei 2006, yaitu gempa bumi. Dalam waktu sekejap, apa yang terjadi di Yogyakarta tersebut langsung dapat diketahui oleh hampir seluruh manusia yang ada di dunia ini.ini terjadi, maka bisa melahirkan dilematika. Bila dipenuhi konsekuensinya di satu pihak, hal itu belum tentu cocok diterapkan di Indonesia, di pihak lain, berarti akan selalu mengubah yang sudah ada sehingga dapat menimbulkan ketidakpastian. Sementara itu, bila tidak dipenuhi dapat dianggap tidak aspiratif sehingga mereka bertindak anarkis, dan ekslusif sehingga dapat mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.
6.      Menyikapi Dampak Globalisasi
1.      Menyikapi Globalisasi sebagai Peluang bagi Indonesia
Di pihak lain, globalisasi memberi pengaruh yang positif terhadap hal-hal, nilai-nilai, dan praktik kehidupan sehingga menjadi peluang bagi bangsa Indonesia untuk menyerapnya. Hal-hal yang diserap hendaknya yang tidak mengalami benturan dengan budaya lokal atau nasional, terutama sekali nilai-nilai agama. Dengan demikian, bgaimana agar nilai-nilai positif yang ada di Barat atau bahkan di belahan negara lain, dapat masuk ke Indonesia dan dapat dipraktikan di tengah-tengah masyarakat kita.
Adapun budaya positif tersebut misalnya, budaya disiplin, kebersihan, tanggung jawab, kompetisi, kerja keras, menghargai waktu, menghargai orang lain, demokrasi, dan sebagainya. Di sinilah seharusnya agama dan Pancasila mampu memberi bimbingan ke arah yang terang. Katakanlah meniru barat dalam hal-hal yang positif, dan membuang budaya Barat maupun budaya sendiri yang negatif.
2.      Menyikapi Globalisasi Sebagai Tantangan bagi Indonesia
Dengan alat komunikasi seperti TV, parabola, telepon, VCD, DVD, dan internet kita dapat berhubungan dengan dunia luar. Dengan parabola dan internet kita dapat menonton hiburan porno dari kamar tidur kita. Kita dapat terpengaruh oleh segala bentuk iklan yang sangat konsumtif.
Di kalangan tertentu ada anggota masyarakat yang merasa naik gengsinya jika mengikuti gaya hidup global. Untuk kalangan seperti ini, globalisasi merupakan gaya hidup, yang berarti mentalitasnya terasuki oleh gaya hidup global.
Dalam kondisi ini, banyak ancaman budaya berupa kebebasan yang datang dari dunia barat. Ketika kebebasan itu berlebihan, maka nilai-nilai dan norma budaya lokal serta nasional, terlebih lagi nilai agama, akan terancam olehnya. Tentu kebebasan di sini bukan dalam pengertian positif seperti kebebasan berpikir, kebebasan menyampaikan pendapat demi kontrol sosial dan sejenisnya. Namun, kebebasan yang menjurus pada kepuasan lahiriah, egoisme, dan hedonisme. Akibat negatif dari kebebasanseperti inilah yang kemudian berupa kebebasan penyalahgunaan narkoba, kebebasan seks, kebebasan makan minum barang haram, dan sejenisnya.
3.      Menyikapi Derasnya Informasi Masuk Indoesia
Pada saat Indonesia memutuskan untuk memiliki sistem komunikasi satelit domestik Palapa tahun 1974, sebenarnya Indonesia telah siap memasuki era globalisasi. Apa lagi dengan hadirnya satelit Palapa, Indonesia segera mengadopsi kebijakan angkasa terbuka. Tidaklah mengherankan, apabila kemudian, siaran TV negara Malaysia, Singapura dan Filipina dapat diterima oleh masyarakat Indonesia.
Proses globalisasi melalui siaran TV membuka peluang bagi masyarakat Indonesia untuk menyaksikan, menikmati, dan mengetahui apa yang disajikan bagi masyarakat dunia oleh pemasok tayangan TV.
4.      Kiat Indonesia Menghadapi Globalisasi
Pengaruh globalisasi yang semakin kuat perlu disikapi dengan mempertimbangkan seluruh aspek kehidupan yang diarahkan untuk tetap berada pada koridor pencapaian tujuan nasional sebagai wujud Indonesia baru. Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Republik Indonesia mutlak harus dipertahankan dan diimplementasikan secara benar. Nilai-nilai  Pancasila harus mewarnai semua aspek kehidupan bangsa, sehingga tetap pada arah yang ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan nasional.
Di bidang politik, Indonesia harus melakukan proses demokrasi yang ditujukan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat. Demokrasi di Indonesia hendaknya diarahkan pada pemerintah yang dibentuk oleh rakyat, dilaksanakan oleh rakyat, dan ditujukan untuk kepentingan rakyat.
Di bidang ekonomi, bangsa Indonesia perlu membangun kerja sama pelaku ekonomi yang terdiri dari badan usaha koperasi, badan usaha milik negara, dan badan usaha milik swasta. Daerah harus diberdayakan agar mampu menghasilkan produk-produk unggulan daerah yang dapat diangkat menjadi produk unggulan nasional. Dengan demikian daya seing bangsa yang sangat diperlukan dalam era pasar bebas dapat tercipta.
Di bidang sosial budaya, bangsa Indonesia harus mampu mempertahankan nilai-nilai dasar budaya bangsa sebagaimana termuat dalam pancasila. Pengembangan sumber daya berkualitas sangat penting untuk mengejar ketertinggalan dengan negara maju.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Globalisasi merupakan suatu proses pengintegrasian manusia dengan segala macam aspek-aspeknya ke dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh dan yang lebih besar.
Proses terjadinya globalisasi dalam aspek sosial terjadi dengan cara melalui media televisi baik secara langsung maupun tidak langsung, serta melalui interaksi yang terjadi dimasyarakat. Globalisasi memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif dalam bidang sosial dan budaya misalnya, kita dapat mengambil pola pikir yang baik dari ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa lain yang telah maju untuk kemajuan dan kesejahteraan kita. Sedangkan dampak negatifnya misalnya,ketatnya persaingan antar individu, yang nantinya dapat mengarahkan perilaku manusia menjadiindividualis.

DAFTAR PUSTAKA
Astrid S, susanto.1995. Globalisasi dan Komunikasi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Bonnie, Setiawan.2001. Menggugat Globalisasi. Jakarta: INFID dan IGJ
Cholisin.2000. Ilmu Kewarganegaraan. Yogyakarta: UNY
Khor, Martin.2003. Globalisasi Perangkap Negara-Negara Selatan. Yogyakarta : Cindelaras Pustaka Rakyat Cerdas
Sunarso,dkk.2008.Pendidikan Kewarganegaraan.Yogyakarta: UNY-Press
Rachman, Zulfikar.2006.Globalisasi Pendidikan. Jakarta:Resist Book
http://edukasi.kompas.com akses tanggal 3 November 2009
http://fik-hi.blogspot.com/2009/12/pentingnya-globalisasi-bagi-indonesia.html



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar